Metamorfosis katak membawa perubahan dari fase larva akuatik berinsang menuju bentuk dewasa yang umumnya bernapas udara dengan paru-paru. Katak dan kodok termasuk ordo Anura, salah satu kelompok amfibi [1].
1. Berudu: fase larva akuatik
Dalam pola umum siklus hidup amfibi, tahap awalnya adalah larva yang hidup di air dan memiliki insang. Larva ini dikenal sebagai berudu [1].
2. Metamorfosis: peralihan menuju bentuk dewasa
Amfibi muda umumnya mengalami metamorfosis dari larva akuatik berinsang menjadi bentuk dewasa yang bernapas udara dengan paru-paru [1]. Jadi, perubahan utama yang menandai peralihan ini adalah perbedaan fase hidup dan cara bernapasnya, bukan sekadar pergantian nama dari berudu menjadi katak.
3. Bentuk dewasa: pola umum, bukan aturan seragam
Gambaran bernapas dengan paru-paru berlaku sebagai pola umum, tetapi tidak mencakup semua katak. Amfibi juga menggunakan kulit sebagai antarmuka pernapasan sekunder; beberapa katak bahkan tidak memiliki paru-paru dan bergantung sepenuhnya pada kulit untuk bernapas [1].
Urutan berudu hingga dewasa pun bukan pola yang dijalani semua spesies dengan cara sama. Beberapa amfibi memiliki adaptasi perilaku untuk melewati fase larva tersebut [1]. Selain itu, bentuk dewasa tidak berarti sepenuhnya lepas dari air: amfibi memerlukan akses ke badan air untuk berkembang biak [1].
Singkatnya, metamorfosis katak menggambarkan peralihan umum dari larva akuatik berinsang ke bentuk dewasa, dengan variasi pada cara tiap spesies menjalani tahap-tahapnya.
Sumber
- [1] Wikipedia bahasa Indonesia — Amfibi. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=29758456&title=Amfibi (diakses 2026-10-03).